Jumat, 11 Juni 2021

Sinergitas Yayasan Relawan Bali Bersama Dinsos Tabanan

Tabanan. Jumat,11 Juni 2021


Kegiatan Yayasan Relawan Bali kordinator Kabupaten Tabanan melakukan penyerahan bantuan 2 korsi roda untuk warga yang sakit di wilayah Tabanan bersama Ketua Kordinator Kesejahteraan Sosial Tabanan (K3S) Ny Rai Wahyuni Sanjaya bersama staf dan didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tabanan Bpk I Nyoman Gede Gunawan beserta jajarannya.

Dalam kegiatan tersebut korsi roda diberikan kepada warga yang bernama I Nengah Sumanda yang mengalami sakit tidak bisa berjalan di wilayah dajan Peken,Tabanan dan I Made Sadra,di wilayah Subamia,Bapak Made Sadra yang sela ini mengalami sakit stroek.

Dari pihak keluarga sangat berterima kasih atas kegiatan tersebut karena sudah bisa membantu sedikit meringankan beban kehidupan mereka.Begitu Pula Ny Rai Wahyuni Sanjaya dan Bapak Kadis Sosial Tabanan berharap agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala dengan bersinergi dengan Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan.


Rabu, 26 Mei 2021

Yayasan Relawan Bali Bantu Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Pupuan,Rabu,26 Mei 2021


Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan

Kegiatan awal proses bantuan bedah rumah dari Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan untuk keluarga Komang Ariana yang beralamat di Br Dinas Tibudalem,Desa Pujungan,Pupuan.

Kegiatan tersebut di dukung dan dihadiri oleh pihak desa Pujungan yang diwakili oleh Kepala Wilayah Tibu Dalem I Kadek Dana Dwi Swapraja,SH yang pada kesempatan tersebut Kepala Desa Pujungan berhalangan untuk hadir dikarenakan ada kepentingan lain yang tidak bisa beliau tinggalkan,selain itu juga dihadiri oleh Babinkantibmas Desa Pupuan Aipda I Kadek Aditya S,Serta dari Pihak TKSK kecamatan I Made Riskawan.Dan beberapa dari relawan.

Pihak keluarga dari Komang Ariana mengucapkan banyak - banyak terima kasih kepada Admin Yayasan serta semua pihak yang mendukung kegiatan dan bantuan tersebut termasuk kepada donatur dan para relawan Relawan Bali.



SiCepat Ekspres

Kamis, 08 April 2021

Bantuan Kamar Mandi Dari Yayasan Relawan Bali

Yayasan Relawan Bali Kediri,5 April 2021.

Pada kesempatan ini bantuan dari Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan berupa sebuah bangunan kamar mandi-WC diberikan kepada keluarga I Ketut Madya yang beralamat di br Jagasatru,Kediri,Tabanan.


Keluarga I Ketut Madya dari sejak awal belum memiliki kamar  mandi karena situasi ekonomi yang serba kekurangan.

Maka dari itu admin Yayasan Relawan Bali  - - Andy Karyasa Wayan bersama admin bersedia membantu membuatkan kamar mandi.Dari sejak awal proses bantuan kamar mandi tersebut sudah didukung oleh pihak Desa dan dari Pihak Koramil Kediri,

Keluarga I Ketut Madya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan tersebut kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini.

Guss Eka - MamudjaSarwaPrani

Selasa, 09 Maret 2021

Catur Bendana Dharma Ring Sang Sulinggih

 


Gemuh Bali -Patut kawikanin sareng sami, sang maraga sulinggih ring agama Hindu ring Bali kaiket antuk sesana sajeroning kahuripane. Wenten catur paiketan sane patut pageh-pagehen keamongin olih sang sulinggih sane kebawos “Catur Bandana Dharma”, inggih punika :

1. Amari Sesana, teges ipun, sang maraga sulinggih patut ngentosin sesana miwah swadharmaning walaka antuk sesana miwah swadharmaning kasulinggihan (Siva Sesana, Wrti Sesana, Rsi Sesana). Nenten patut malih sang sampun madiksa ngambil pakaryan sang walaka, mekadi “adual-atuku” utawi jual-beli, miwah saluwiring sesana sane kemargyang olih sang durung madwijati. Yan durung andel ngamong sesana janten ngawinang kawon.

2. Amari Wesa, teges ipun ngentosin ceciren pengadegan mekadi nenten malih dados macukur, yening medal setata makta tateken, miwah sane sewosan.

3. Amari Aran, teges ipun magentos biseka utawi pesengan sang sampun madwijati, nenten malih nganggen pesengan sane walaka, nanging sampun kagentosin antukpanugrahan biseka utawi paica Nabe inggih punika : Walakalanang …………………………………………. abiseka nama …………………………………., Walaka Istri abiseka nama ………………………….. Ida Pedanda Istri ………………………….

4. Umulahaken dharma mwang kaguru susrusan, teges ipun stata ngelaksanayang ajaran agama (satyam, sivam, sundaram), pageh tur tegep ring separititah Nabe. Tan pisan patut pacang nungkasin Nabe.

Punika awinan sadurung resmi dados wiku patut katureksanin rihin olih Calon Nabe. Dwaning abot pisan pacang ngamong sesana punika, pinunas tityang ring pasemetonan utawi sisya, masyarakat mangdane sareng ngeremba sang pedanda anyar mangdene prasida stata ngamong kasucian miwah sesana. Dwaning yan parilaksana wikune kapungkur simpang ring sesana, boya wantah pacang nyepungin linggih nabe miwah anggan idane, nanging teler pacang ngawinan penilaian nenten becik ring agama Hindu druwene ring Bali.

Selasa, 16 Februari 2021

Manfaat Madu Kekela

Gemuh Bali Bee Farm-Manfaat Madu  Kela/Klanceng bagi Kesehatan



1. Mencegah Diabetes

Madu Klanceng dapat mencegah diabetes. Penyakit yang satu ini disebabkan kadar gula darah yang terlalu tinggi lantaran banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis. Oleh karena itu, madu Klanceng adalah solusinya.


2. Mencegah Kanker dan menyehatkan jantung

Madu Klanceng mengandung antioksidan tinggi yang dapat menangkal pertumbuhan sel-sel jahat dalam tubuh, termasuk kanker.


Tak hanya bermanfaat untuk mencegah kanker, madu Klanceng juga bisa meningkatkan kesehatan jantung berkat kandungan antioksidan dan flavonoid. Madu Klanceng juga dapat membantu mencegah pembentukan gumpalan darah, sehingga mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung.


3. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Menurut penelitian di School od Medicine, Cardiff University, Inggris, madu Klanceng dapat merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh. Berkat nutrisi dalam madu, metabolisme dan stamina tubuh akan meningkat.

Madu Klanceng turut andil dalam mendetoks bakteri yang dapat membuat tubuh mudah terserang penyakit. Itulah mengapa madu Klanceng dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal segala penyakit.


4. Menyembuhkan Luka

Madu Klanceng tidak hanya baik dikonsumsi dari dalam tubuh, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai obat luar. Madu Klanceng dapat mengobati luka luar, termasuk luka akibat jatuh dan luka bakar.


5. Menurunkan Kolesterol dan Berat Badan

Madu Klanceng sejak dulu memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk mengecilkan perut buncit.


Madu Klanceng juga dipercaya mampu menurunkan badan. Anda bisa mencampurkan madu dengan air hangat dan perasan lemon atau jeruk nipis. Kedua bahan tersebut ampuh mengecilkan perut secara alami.


Madu Klanceng dan jeruk nipis mampu mendorong pembakaran lemak secara efektif. Selain itu, bahan ini juga dapat melancarkan sistem pencernaan. Sehingga lemak dan sisa makanan tidak terlalu lama mengendap dalam tubuh.


Manfaat Madu Klanceng bagi Kecantikan

Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, madu Klanceng juga berkhasiat untuk kecantikan, mulai dari kulit, bibir, dan rambut. Anda bisa menjadikan madu alami sebagai masker rutin. Berikut adalah manfaat madu Klanceng bagi kecantikan:


Melembapkan kulit

Mengangkat sel kulit mati

Menghilangkan komedo

Menyamarkan noda bekas jerawat

Menghilangkan flek hitam

Mengecilkan pori-pori wajah

Menghaluskan wajah

Mengobati jerawat

Mencegah penuaan dini dan membuat awet muda

Menyamarkan garis halus atau keriput

Melembapkan bibir

Mengatasi bibir pecah-pecah

Memerahkan bibir

Menguatkan rambut

Membuat rambut lebih berkilau

Menghitamkan rambut

Membasmi kutu rambut

 


Sumber: Health Line

Minggu, 07 Februari 2021


Om Awignam Astu


Di tahun 1489 (isaka 1411) Danghyang Nirartha datang di Bali. Sebelumnya Danghyang Nirartha berada tinggal di Dusun Gading Wani (Jembrana). Saat itu yang berkuasa selaku bandesa di Gading Wani ialah turunan Ki Bandesa Mas (Arya Tan Mundur). Ki Bandesa Mas berguru berkenaan keagamaan dan Dharma Brahmana ke Danghyang Nirartha. Sesudah didwijati Ki Bandesa Mas (Arya Tan Mundur) jalani Dharma Brahmana bertitel Ki Dusun dan selaku nabenya ialah Danghyang Nirartha. Disitu Danghyang Nirartha menginformasikan ke turunan Arya Tan Mundur yang berada di Dusun Gading Wani, bila mengadakan yadnya agar dipuput oleh Ki Dusun (Ki Dusun Macan Gading), begitu selanjutnya sampai anak cucu turunannya supaya yadnya dipuput turunan Ki Bandesa Mas (Ki Dusun).-

Ceritra kehadiran Danghyang Nirartha di Gading Wani ;

Dalam satu saat Dang Hyang Nirartha bersama enam orang putra-putrinya pergi melanjutkan perjalanan ke timur. Lantas mereka datang dalam suatu dusun namanya GADING WANI. Kebenaran saat itu orang-orangdesa terserang penyakit sampar (grubug; Bali). Bendesa (Kepala Dusun) Gading Wani ketika mengenali si pendeta tiba lalu selekasnya jemput di tengah-tengah jalan, duduk bersila menyembah. "Mpu Dang Hyang, kami menyampaikan selamat tiba. Jika si pendeta sudah sudi tiba ke tempat kami yang lagi diterpa penyakit sampar. Tiap hari ada-ada saja beberapa orang kami yang wafat tiba-tiba.Kami minta urip (hidup) dengan hormat. Sudilah sangkanya Mpu Dang Hyang memberi kali obat supaya kami pulih dan pandemi ini raib," harapannya. Begitu ucapnya sambil berlinang-linang air matanya.

Dang Hyang Nirartha terharu dan belas kasihan mendengarkannya. Saat itu juga Ki Bendesa diminta ambil air bersih ditaruh di sangku, periuk atau sibuh. Sesudah dikasih mantram oleh si pendeta, lalu diminta memercikkan ke yang sakit dan meminum. Mpu Dang Hyang dan putra-putrinya dihaturkan pesanggrahan tempat istirahat dan disiapkan sajian berbentuk makanan dan buah-buahan. Orang yang sakit sesudah diperciki dan minum air tirtha dari Mpu Dang Hyang saat itu sehat fit kembali lagi.

Di sore harinya (sandhyakala) si pendeta memerintah beberapa orang menempatkan ganten (kunyahan sirih) beliau itu di empat pelosok pinggir dusun untuk menyingkirkan bhuta saat yang membuat penyakit. Beberapa orang dusun yang dikasih perintah menyembah dan selekasnya berjalan melakukannya. Memang sungguh si pendeta ialah orang yang sakti, saat itu orang dusun bisa menunjukkan dan menyaksikan bayang-bayang bhuta saat itu lari ke dalam laut, ternyata beragam macam. Orang dusun banyak yang turun melihat panorama yang ajaib itu, dan semua bingung pada kesaktian si pendeta.
Mulai saat itu beliau dikasih gelar PEDANDA SAKTI WAWU RAWUH (pendeta sakti yang baru tiba). Yang pintar bahasa Kawi menyebutkan beliau DANG HYANG DWIJENDRA (raja guru agama)

Orang dusun semua ria senang. Masing-masing hari bergilir menghaturkan makanan kehadapan si pendeta dan putra-putrinya dan membikinkan pamereman (rumah) di dusun Wani Tegeh. Keinginan orang orang dusun supaya si pendeta tinggal di situ, tapi si pendeta berkeberatan sebab akan melanjutkan perjalanan ke timur. Selanjutnya Ki Bendesa Gading Wani minta berguru dan mebersih (mediksa) jadi pendeta. Si pendeta sudi luluskan permintaannya supaya ada orangtua pembina agama di situ. Ki Bendesa diajar pengetahuan spiritual dan ketuhanan. Seterusnya dibikin bersih (didiksa) jadi pendeta (Dusun) Gading Wani. Kemudian dikasih satu panugrahan tercantum dalam "Kidung Sebun Bangkung".

Ki Bendesa Gading Wani sesudahnya dikukuhkan jadi pendeta (Dusun) menghaturkan anaknya wanita elok ke Dang Hyang Dwijendra yang namanya Ni Jro Patapan selaku pangguru yoga, yakni sinyal bakti berguru menjadi pelayan Mpu Dang Hyang Dwijendra dalam mengendalikan sesajensesajen berama Ni Berit. Dengan suka hati Dang Hyang Dwijendra menerimanya.
PRASASTI KGP BANDESA MANIK MAS
Ida Swabawa maparhyangan ring Pulaki, nganugrahaken sastra dahat khusus wiaktinia ngaran, Canting Mas, suwer Mas, muah Weda Sulambang Geni, Pasupati Rancana. Taler panugrahan Ida Padanda Danghyang Dwijendra.

Wastu asing ngamong wisastra iki, sapreti Santana sira KGP Bandesa

Manik Mas, amangguh senang saparania amanggih rahayu, tan keneng baya redi sira, tour wredi pomah-omah sira, lan katanan wigraha sira.
Nanging yan ana sakulawarga sira, KGP Bandesa Manik Mas,wruh ring sastra, yan sira tan eling ring kawitan, muah tan rumaksa Aji kadi arep, wastu kita kabeh sawangsana KGP Bandesa Manik Mas, tan amanggih rahayu, tan papegatan gering, tungkas masasanak, nemu duka tibaka, muang kawignan.
Mangkana pawarah hira ri sira, Mpu Manik Mas
Muah ana bisama ring Pura Taman Pule kalih Pura Bokcabe. Katibeng antuk pratisantana Kyai Pangeran Mas, tekanning Brahmana Mas, yan ana saterehe Pangeran Mas tan eling, lipia nyungsung ring Pura Taman Pule, ring Pura Bokcabe, wastu ya kabeh, sagotrane Kyai Bandesa Manik Mas,Brahmana Mas, yan tan manula kaya ling Prasasti iki, tan amnggih sadia rahayu, lungsur kasukan, cendek tuwuh, kalah kawisesan, sambe asanak, tan surud kawignan.
Mangkana sosote Kyai Bandesa tekeng pratisantanannia wekas. Ayua lupa kita kabeh sawerungsun kamung.

Selasa, 19 Januari 2021

Panca Tan Matra Sebagai Inti Dari Semesta

Guss Eka

Dalamdunia disadari sebagai bagian dari semesta atau juga bagian badan Tuhan (panentheism).Dalam Tattwa penciptaan, maka bumi terbentuk dari kehendak Cadu Sakti Saguna Brahman (Prabhu Wibhu Krya Jnana Sakti) yg membentuk purusha (inti hidup) serta juga prakerti (bahan kasar hidup)..Dalam hal ini purusha adalah jiwa suksma sarira dan prakerti adalah badan kasar Panca Maha Butha.




Badan yg ketiga adalah atman atau Brahman itu sendiri yg menjadi inti yg utama..Panca Maha Butha yg terdiri dari akasa,bayu,teja,apah,pertiwi adalah badan kasar manusia tumbuhan hewan dan jga dunia semesta degan persentase yg berbeda beda.Kemudian suksma sarira adalah badan halus roh jiwa  yang dibagi menjadi Citta Budhi Manas Ahamkar.tergntung yg mana berkembang secara benar dan baik.

Pada Panca Maha Butha yg membentuk manusia dan juga ditopang oleh suksma sarira serta juga inti hidupnya yaitu atman, maka dunia semesta (baca:bumi ini) memiliki inti atau sebuah rasa di setiap bagian Panca Maha Butha yang ada.Itu disebut Panca Tan Matra.Panca Tan Matra ini juga lah yang memberikan sensasi serta daya rasa dari indera indera manusia Panca Budhindriya itu.Namun hal itu tidak lepas dari kehendak Nya dari Maya Triguna sebagai Hyang Wenang.

Panca Tan Matra itu sendiri adalah zat inti yg menghidupkan sensasi indriya.Adalah sebagai berikut :


1. Rupa tan matra sbagai inti melihat..
2.Gandha tan matra sbagai inti mencium bau2an..
3.Sabda tan matra inti suara dan jga yg didengar..
4.Sparsa tan matra inti dari sentuhan di kulit..
5. Rasa tan matra di pengecap.


Dalam upanishad sekilas dijelaskan bahwa .Panca Tan Matra sebagai berikut.
“Inti rupa..maka pejamkanlah mata dalam sinar cahaya mentari.dan pejam sampai inti itu masuk dan menghilang..maka yang tertinggal itu adalah rupa Tan Matra..”

“Inti sabda.maka heningkan diri dan derngarkan suara yang ada tutup telinga dan biarkan senyap yg tertinggal adalah inti sabda..”


“Inti bau..maka hirup semua dalam prana dan hembuskan semua itu.maka yang tertinggal itu adalah inti Gandha Tan Matra”


“Inti rasa.maka kecaplah seluruh rasa dan kemudian diamkan dan tenangkan..lalu terdiam sampai lenyap,maka yg masih tertinggal adalah rasa Tan Matra..”


“Inti sentuhan..maka rasakan angin yg berhembusndi kulit.dan menikmati sensasi itu..kmudian biarkan lenyap..maka yg tertinggal itu inti dari sparsa tan matra”(sesuai yg teringat)..

Ini adalah yg menjadi penghubung antara semesta dan juga indriya2 yg ada.Tentu ini juga tergntung dari inti hikmat inti yg memberi hidup Atmaning Loka Samastha yg dapat di tangkap Panca Indriya Buddhi.Karena ini lah seluruh Panca Maha butha mnjadi dapat dirasakan oleh sensoris tubuh mahluk itu sendiri..Sebuah Sensasi berbeda ketika ada yg berkembang degan cukup tinggi pada mahluk2 yg lebih rendah..Namun dlam hal ini idep manusia yg mmbuat perbedaan signifikan akan rahasia semesta itu sendiri.Ketika dalam keadaan panik dan bencana tentunya sensasi dari semesta tetap akan dipahami oleh lebih baik dari mahluk yg lain.Kuasa dari Brhman yang Hyang Wenang.

Ini juga disesuaikan dgn kehendak Hyang Dewata terhadap Maya Guna dari setiap jiwa dan wujud mahluk.Tentunya ketika hanya rajas,tamas yang dibiasakan,maka sensori akan sensitif pada kenikmatan Panca Karmendriya atau malah tidak terasakan inti utama kebenaran yang berasal dari hantaran Panca Tan Matra,materialitas yg membelenggu, semoga di dalam kehidupan keseimbangan dan harmoni dengan semesta serta isinya semakin meningkat.

Mantan Bupati Tabanan Di Tahan KPK

Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti terjerat kasus dugaan korupsi pengurusan Dana Insentif Daerah (DID), Tabanan, Bali tahun 2018 b...

Adzense