Senin, 15 November 2021

Panca Srada Dalam Agama Hindu

Gemuh Bali - Umat Hindu Percaya dengan adanya lima keyakinan dalam beragama yang di sebut dengan Panca Srada


Umat Hindu berpegang teguh pada dasar keyakinan tersebut dalam menjalankan agamanya. Dasar inilah yang selanjutnya menjadikan semua umat yang beragama Hindu percaya dan sangat meyakini keberadaan Tuhan atau Sang Hyang Widhi Wasa. Dasar keyakinan ini terdiri dari lima aspek yang disebut dengan Panca Sradha. Kelima aspek tersebut antara lain:

1Keyakinan terhadap Brahman/Widhi Tattwa.

Ajaran pertama ini berfokus pada keyakinan pada Brahman atau Tuhan. Ada banyak sebutan nama Tuhan dalam agama Hindu, seperti Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Brahman. Ini artinya, setiap umat Hindu meyakini dengan benar bahwa Tuhan itu ada, Maha Esa, Maha Kuasa, Maha segalanya. 

2.Keyakinan terhadap Atman/Atma Tattwa.

Kedua adalah Atman Tattwa atau lebih kerap disebut dengan Roh Suci. Umat Hindu meyakini pula bahwa keberadaan Jiwatman membuat manusia bisa hidup. Atman diyakini memiliki sifat kekal dan sempurna. 

3.Keyakinan terhadap Karmaphala/Karmaphala Tattwa.

Keyakinan dasar ketiga dalam ajaran agama Hindu adalah keberadaan dari Karmaphala. Kata Karma sendiri memiliki arti perilaku atau perbuatan, sementara phala artinya hasil yang didapat. Jadi, jika dijelaskan secara singkat, Karmaphala ini artinya hasil yang didapat dari perbuatan yang dilakukan. 

Sederhananya, umat Hindu sangat percaya dengan adanya hukum sebab akibat dalam kehidupan sehari-hari. Karmaphala sendiri dibedakan menjadi tiga bagian waktu, yaitu masa kini atau sekarang, masa nanti atau hari esok, dan masa depan. 

4.Keyakinan Terhadap Samsara/Samsara Tattwa.

Ajaran keyakinan keempat dalam Panca Sradha adalah Samsara Tattwa atau percaya dengan adanya reinkarnasi, penjelmaan kembali atau kelahiran kembali, dalam agama Hindu ini dikenal dengan istilah Punarbawa yang artinya kelahiran berulang-ulang. Umat Hindu percaya setiap ruh akan kembali lagi kepada Tuhan dan harus dalam keadaan yang suci. 

5.Keyakinan Terhadap Moksa/Moksa Tattwa.

Keyakinan terakhir adalah meyakini dan percaya dengan Moksha, yaitu bersatunya Brahman dengan Atman. Bukan tanpa alasan, tujuan tertinggi dalam agama Hindu adalah bisa mencapai Jagadhita dan Moksa. 

Secara sederhana, masyarakat Hindu percaya bahwa adanya Panca Sradha akan membuat mereka lebih mengetahui mana hal yang baik dan buruk. Apa yang dilakukan saat ini akan memberikan hasil yang setimpal nantinya, seperti keyakinan Karmaphala. 

Minggu, 24 Oktober 2021

Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan Berbagi Senyum Dengan 200 Anak

 

Bangli,24 Oktober 2021.

Gemuh Bali - Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan.

Pembagian paket sembako,uang tunai dan alat-alat tulis untuk 200 anak asuh Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan di seputaran kabupaten Bangli.

Kegiatan tersebut dilakukan di halaman sekolah SMP Negeri 2 Tembuku,Bangli.

Dalam kegiatan tersebut di dukung oleh Polres Bangli,Kapolsek Tembuku,,Dinas Sosial,pihak sekolah dan instansi lainnya.

Dana yang di keluarkan oleh Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan dalam kegiatan tersebut kurang lebih Rp,125.000.000

Selain paket sembako,uang tunai,alat-alat sekolah untuk anak-anak kurang mampu juga di serahkan 100 paket sembako untuk lansia.

Kamis, 21 Oktober 2021

Pergelangan Kaki Hampir Putus Terkena Pisau Mesin Rumput


Gemuh Bali -Bapak Made Budiasa(1977) pergelangan kakinya hampir putus dikarenakan terkena pisau mesin rumput.Kejadian tersebut terjadi sekitar tujuh bulan lalu.Pada waktu itu biaya operasi dibantu oleh sebuah yayasan.Dan bantuan dari desa/dinas terkait.

Dan saat ini Bapak Made hampir setiap minggunya kontrol ke RS.

Bapak Made memiliki 4 orang anak.Saat ini Bapak Made sudah tidak bisa bekerja lagi,Ni Wayan Sekar,istri dari Pak Made yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini sebagai buruh serabutan atau mencari sayur untuk dijual.

Pak Made dan keluarga menempati kebun orang dikaki Gunung Batukaru daerah Pujungan,Tabanan,Bali

Kamis, 14 Oktober 2021

Bedah Rumah Yayasan Relawan Bali

Yayasan Relawan Bali  - Andy Karyasa Wayan 


Kegiatan awal proses bantuan bedah rumah dari Yayasan Relawan Bali - Andy Karyasa Wayan untuk keluarga Kadek Yoni Suantari yang beralamat di Br Dinas Mekarsari,Desa Pujungan,Pupuan.

Dalam kegiatan tersebut di dukung dan dihadiri oleh pihak desa Pujungan yang diwakili oleh Kepala Wilayah Br Mekarsari Bapak I Nyoman Budiarta,selain itu juga dihadiri oleh Babinkantibmas Desa Pupuan Aipda I Kadek Aditya S,Serta Dan dari Relawan Bali.

Kegiatan tersebut adalah murni untuk kemanusiaan dan sebagai bentuk sinergitas bersama pemerintah Tabanan khususnya Bali pada umumnya.

Rabu, 15 September 2021

Tat Wan Asi


 Tat Twam Asi berasal dari kata Tat yang artinya Ia, Twam yang artinya kamu, dan Asi artinya adalah. Jadi, Tat Twam Asi adalah ia adalah kamu.

Tat Twam Asi mengajarkan kita memiliki jiwa sosial dan keinginan untuk menolong orang lain, karena menolong olang lain sama dengan menolong diri sendiri.

Dengan mengenal dan memahami ajaran Tat Twam Asi, manusia dapat merasakan berat dan ringan hidup dan kehidupan di dunia ini. Pada hidup ini hendaknya selalu saling tolong menolong, merasa senasib dan sepenanggungan.

Tat Twam Asi, selain mengajarkan tentang jiwa kesusilaan, juga merupada dasar Susila Hindu. Susila merupakan tingkah laku yang baik dan mulia selaras dengan ketentuan Dharma.


Paket Sembako untuk Anak yatim piatu yang sedang sakit


Terima kasih Donatur.

#MamudjaSarwaPrani

Rabu, 18 Agustus 2021

Pendakian Gunung Abang ditemani sebuah cahaya.

Gunung abang merupakan  bukit yang berupa



Hutan Basah dengan dominasi tanaman cemara.

Gunung Abang merupakan hutan basah dan cemara. Gunung Abang memiliki ketinggian 2.150mbpl.Uniknya, dipuncak Gunung Abang terdapat sebuah gapura yang yang terbuat dari susunan batu bata dan di dalam nya terdapat tempat beribadah untuk umat Hindu. Dari Puncak ini juga kita bisa melihat pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur yang ekstotis. Dari puncak ini juga kita bisa melihat Gunung Agung yang terhalang oleh rimbunannya pepohonan dan juga Gunung Rinjani yang jauh di seberang Pulau Lombok. Selain itu, matamu juga akan dimanjakan dengan pemandangan alam sekitar yang begitu asri.
Dalam pendakian beberapa hari Lalu yang bertepatan dengan hari Kliwon Guss Eka melakukan pendakian dengan ditemani sebuah cahaya senter.
Gunung Abang sendiri tidak setenar atau kurang diminati oleh para pendaki, sehingga tiap harinya para pendaki ke gunung ini tidak sebanyak seperti yang di Gunung Batur. Padahal jalur pendakian gunung Abang tidak begitu sulit dan sudah ada petunjuk jalan yang jelas.

Rabu, 21 Juli 2021

Dhana Punia Menurut Hindu

Gemuh Bali - Tapah param krtayuge tretyam jnananucyate,Dvapara yajnamitya curddanam ekam kalau Yuge.

Artinya :
Pelaksanaan tapa merupakan kewajiban utama di jaman Satya yuga, Jnana pada jaman treta yuga, Yajna pada masa Dwapara Yuga dan dhanam pada masa Kali yuga

Secara umum dalam ajaran Hindu, ada 3 jenis dhana punia


  1. Artha dana pemberian berupa harta benda baik berupa makanan, minuman, pakaian, rumah, tanah, dan lain-lain.
  2.  Abhaya dana pemberian berupa perlindungan, rasa aman dan ketertiban kepada orang lain atau masyarakat.
  3. Brahma dana pemberian berupa ilmu pengetahuan (Jnana). baik itu berupa ilmu pengetahuan teknologi, maupun ilmu pengetahuan Agama.

Mantan Bupati Tabanan Di Tahan KPK

Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti terjerat kasus dugaan korupsi pengurusan Dana Insentif Daerah (DID), Tabanan, Bali tahun 2018 b...

Adzense